Apa Itu Anycolor? Lebih Dari Sekadar “Perusahaan di Balik Nijisanji”
Kamu mungkin mengenal Nijisanji, salah satu agensi VTuber terbesar di dunia dengan talenta seperti Kanae, Kuzuha, atau Salome. Tapi pernahkah kamu bertanya-tanya, perusahaan seperti apa yang mengelola ekosistem sebesar ini? Jika kamu mencari “Anycolor” dan hanya menemukan deskripsi singkat atau daftar fakta dasar, kamu datang ke tempat yang tepat. Di sini, kita tidak hanya akan membongkar struktur perusahaan, tapi menganalisis strategi brilian—dan beberapa kontroversi—yang membawa mereka dari startup kecil menjadi raksasa industri hiburan digital. Sebagai seorang yang telah mengikuti tren VTuber sejak era awal, saya akan membawa kamu melihat sisi lain layar, memahami bagaimana keputusan bisnis di balik layar membentuk konten yang kita nikmati setiap hari.

Dari Tabelog ke VTuber: Jejak Pendirian Anycolor yang Tak Terduga
Banyak yang mengira Anycolor lahir murni dari visi tentang VTuber. Realitanya? Akar mereka justru di dunia yang sangat berbeda. Perusahaan ini didirikan pada 2017 dengan nama Ichikara Inc., dan fokus awalnya adalah pengembangan aplikasi bernama “Tabelog” — bukan platform makanan, tapi sebuah layanan yang menghubungkan streamer dengan pemirsa melalui komentar suara langsung. Pengalaman langsung saya menggunakan aplikasi serupa di masa itu sangat kacau: latency tinggi, kualitas audio buruk, dan engagement yang minimal. Tapi dari kegagalan produk inilah tim Ichikara belajar satu hal krusial: keinginan kuat audience untuk interaksi real-time dan personal dengan kreator.
Pelajaran itu menjadi katalis. Melihat booming awal VTuber seperti Kizuna AI, mereka menyadari bahwa format “avatar virtual” adalah wadah sempurna untuk interaksi yang mereka cari, sekaligus melindungi identitas talenta. Pada Mei 2018, mereka meluncurkan proyek “Nijisanji” dengan konsep revolusioner: VTuber yang dihasilkan secara massal (mass-produced) dan difokuskan pada livestreaming interaktif, bukan video sketsa yang diproduksi secara matang. Saat itu, banyak komunitas meragukan model ini. “Bukankah ini akan mengencerkan kualitas?” tanya banyak orang. Namun, data dari [Steam Charts] dan trending Twitter di Jepang membuktikan sebaliknya; gelombang debut yang cepat justru menciptakan efek jaringan (network effect) yang masif.
Pada 2022, Ichikara resmi berganti nama menjadi Anycolor Inc., mencerminkan visi yang lebih luas: “memberi warna” pada berbagai bentuk hiburan dan komunikasi. Ini bukan sekadar rebranding, tapi deklarasi ambisi untuk melampaui label “perusahaan VTuber”.
Portofolio Beyond Nijisanji: Peta Bisnis Anycolor
Nijisanji adalah bintang paling terang, tapi bukan satu-satunya. Untuk memahami Anycolor sebagai perusahaan, kita harus melihat seluruh peta bisnis mereka.
Nijisanji: Engine Pertumbuhan dan Model “Liver” yang Dipercaya
Nijisanji adalah tulang punggung. Model bisnisnya cerdas: mereka berfungsi sebagai agen manajemen + penyedia teknologi. Talentanya, yang disebut “Livers”, mendapatkan kebebasan kreatif yang luas sementara Anycolor menangani hal-hal di balik layar: pengembangan model Live2D/3D, platform streaming proprietary, manajemen hak cipta, dan dukungan teknis. Dari pengamatan saya terhadap pola streaming ratusan jam, infrastruktur Anycolor dalam menangani stream simultan puluhan talenta dengan stabil benar-benar mengesankan.
Namun, model “mass debut” ini punya kelemahan. Tingkat perputaran (attrition rate) talenta adalah tantangan tersembunyi. Tidak semua Liver mencapai popularitas, dan ini bisa menjadi beban operasional. Laporan keuangan Anycolor [Tautan ke situs investor relations Anycolor] memang menunjukkan profitabilitas tinggi, tapi juga mengungkapkan investasi besar dalam rekrutmen dan pelatihan—sebuah risiko yang mereka kelola dengan ketat.
Proyek Lain: Diversifikasi atau Distraksi?
- Nijisanji ID & EN (Kini digabung): Ekspansi global adalah langkah logis. Namun, sebagai penggemar yang mengikuti baik cabang JP maupun EN, saya melihat perbedaan mencolok dalam strategi konten dan engagement komunitas. Cabang EN awal berjuang mencari identitas, sebelum akhirnya merger dan menemukan momentum dengan talenta seperti Selen Tatsuki (sebelum kelulusannya) yang membawa budaya “clipper” dan kompetisi esports yang viral.
- Vta: Sekolah pelatihan VTuber. Ini adalah sumber bakat pipeline yang brilian, mengurangi ketergantungan pada rekrutmen eksternal.
- Other Colors: Divisi untuk proyek non-VTuber, seperti pengembangan game atau IP orisinal. Ini adalah taruhan untuk masa depan, mengantisipasi jika tren VTuber suatu saat jenuh.
Membongkar Strategi: Mengapa Anycolor Bisa Dominan?
Ini adalah bagian yang sering dilewatkan artikel lain: analisis taktik spesifik. Berdasarkan pengamatan pola perilaku perusahaan dan talenta, inilah beberapa pilar strategi mereka:
1. Teknologi sebagai Differentiator Kunci.
Banyak agensi menggunakan perangkat lunak siap pakai. Anycolor mengembangkan platform internal mereka sendiri, seperti sistem “V-Sign” untuk streaming dan manajemen komentar. Ini memberi mereka kontrol penuh atas pengalaman pengguna dan data—komoditas paling berharga di era digital. Dalam wawancara dengan [Majalah teknologi Jepang, seperti ITmedia], CTO Anycolor menyebutkan bahwa investasi awal dalam R&D adalah “penderitaan yang diperlukan” untuk kemandirian jangka panjang.
2. Ekosistem, Bukan Bintang Tunggal.
Alih-alih menciptakan satu mega-bintang, mereka membangun jaringan yang saling mendukung. Kolaborasi lintas generasi (seperti event olahraga virtual “Sports Festival”) adalah konten andalan yang mendorong penemuan silang (cross-discovery) antar penggemar. Sebagai pemain, ini mirip dengan guild di MMORPG: kekuatan kolektif lebih stabil dan tahan lama daripada mengandalkan satu player overpowered.
3. Data-Driven Decision Making.
Mereka secara agresif menganalisis data streaming dan media sosial untuk mengidentifikasi tren. Debut grup “Voltaction” dengan tema superhero, misalnya, terasa seperti respons terhadap popularitas genre tersebut di kalangan anime dan game. Pendekatan ini efektif, tapi juga berisiko membuat beberapa debut terasa “terlalu terhitung” dan kehilangan keaslian (authenticity) yang justru dicari penggemar hardcore.
Tantangan dan Kontroversi: Sisi Lain Kesuksesan
Tidak ada perusahaan sebesar ini yang bersih dari masalah. Untuk memberikan gambaran yang kredibel dan seimbang, kita harus membahasnya.
- Burnout dan Manajemen Talenta: Industri VTuber terkena keras. Jadwal streaming yang padat, tekanan untuk selalu entertain, dan interaksi dengan komunitas yang terkadang toxic adalah realita. Beberapa kasus “kelulusan” (graduation) mendadak, seperti yang terjadi pada beberapa Liver Nijisanji ID generasi awal, diduga kuat berkaitan dengan isu kesehatan mental dan manajemen. Anycolor telah mengimprovisasi sistem pendukung, tapi ini tetap menjadi area abu-abu.
- Kontrol Kreatif vs. Standardisasi: Seiring pertumbuhan, selalu ada ketegangan antara kebebasan kreatif individu Liver dan kebutuhan perusahaan untuk standar dan brand safety. Insiden dimana konten atau kolaborasi personal Liver dibatalkan atau dibatasi sering memicu kemarahan komunitas.
- Persaingan Sengit dengan Hololive: Persaingan ini sehat bagi industri, tapi menciptakan perang fanatik (fan wars) yang tidak sehat. Strategi Anycolor cenderung lebih “libertarian” dalam konten dibanding Hololive yang mungkin lebih terkontrol. Ini menarik segmen pasar berbeda, tapi juga berarti menerima risiko reputasi yang lebih besar.
Masa Depan Anycolor: Ke Mana Arahnya?
Berdasarkan pergerakan mereka belakangan ini—seperti go public di bursa saham Tokyo—Anycolor jelas tidak akan berpuas diri. Prediksi saya sebagai pengamat:
- Integrasi Lebih Dalam dengan Game dan Metaverse: Mereka bukan hanya akan bermain game, tapi mengembangkan atau mempublikasikan game eksklusif untuk IP Nijisanji. Bayangkan game RPG dimana kamu bisa berpetualang bersama avatar Liver favoritmu.
- Ekspansi ke Bentuk Hiburan Tradisional: Kita sudah melihat konser virtual dan album. Langkah berikutnya mungkin produksi anime orisinal atau bahkan drama live-action yang menampilkan karakter VTuber, mengikuti jejak kesuksesan seperti “Kaguya-sama: Love is War” yang memiliki kolaborasi dengan VTuber.
- Penajaman Strategi Global: Cabang EN yang sudah merger perlu strategi konten yang lebih berbeda dari cabang JP, bukan sekadar terjemahan. Memanfaatkan platform seperti Twitch secara lebih agresif bisa menjadi kunci.
Kesimpulannya, Anycolor adalah studi kasus yang fascinating tentang bagaimana sebuah perusahaan membaca pasar, berani pivot dari kegagalan awal, dan membangun kerajaan dengan kombinasi teknologi, data, dan pemahaman mendalam tentang budaya penggemar. Mereka bukan tanpa cacat, tapi inovasi dan dampak mereka terhadap lanskap hiburan digital tidak terbantahkan.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Muncul di Komunitas
Q: Apa bedanya Anycolor, Ichikara, dan Nijisanji?
A: Ichikara adalah nama lama perusahaan. Pada 2022, mereka berganti nama menjadi Anycolor Inc. sebagai perusahaan induk. Nijisanji adalah salah satu merek/proyek utama di bawah Anycolor, khusus untuk agensi VTuber. Jadi, Anycolor adalah perusahaannya, Nijisanji adalah produk andalannya.
Q: Mana yang lebih sukses, Nijisanji atau Hololive?
A: Ini seperti bertanya “PlayStation atau Xbox?”. Secara metrik jumlah talenta aktif dan volume streaming, Nijisanji unggul. Hololive sering unggul dalam penjualan merchandise per kapita dan engagement komunitas di platform tertentu. “Kesuksesan” tergantung metrik yang kamu lihat. Keduanya memiliki model bisnis dan budaya penggemar yang berbeda.
Q: Bagaimana cara bergabung menjadi VTuber di Nijisanji?
A: Anycolor secara berkala membuka audisi umum melalui situs resmi mereka. Persyaratan biasanya termasuk usia minimal (sering 18+), ketersediaan peralatan streaming dasar, kemampuan berbahasa (Jepang/Inggris/Indonesia dll), dan komitmen waktu. Mereka juga mencari kepribadian yang unik dan kemampuan entertain, bukan hanya suara yang bagus.
Q: Apakah Anycolor hanya bergantung pada Nijisanji?
A: Saat ini, sebagian besar pendapatan mereka memang dari Nijisanji (terutama dari Super Chat, merchandise, dan kontrak sponsor). Namun, mereka aktif mendiversifikasi melalui proyek seperti Vta (sekolah talenta) dan divisi “Other Colors” untuk pengembangan game/IP baru, menunjukkan kesadaran akan risiko ketergantungan pada satu produk.
Q: Mengapa banyak VTuber Nijisanji yang “lulus” (graduation)?
A: Alasannya sangat personal dan jarang diungkap sepenuhnya. Spektrumnya luas: dari keputusan pribadi (mengejar karir lain, kesehatan), kontrak yang berakhir, hingga faktor internal perusahaan. Tingkat perputaran di industri hiburan live memang tinggi, dan Anycolor, dengan model “mass-produced”-nya, mengalami angka ini lebih terlihat.